This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Mei 2015

MANAJEMEN KELAS YANG IDEAL



BAB I
Pendahuluan

  A.     Pentingnya Manajemen Kelas.
         Manajemen kelas bisa di artikan sebagai tindakan mengelola dan menata kelas yang dilakukan oleh seorang guru, berupa proses mengatur ruang kelas dan kelengkapan lainnya supaya tertib dan baik.  Lebih spesifik lagi, manajemen kelas adalah suatu tindakan di dalam kelas yang mencakup tata ruang, tata ajar, tata tertib, dan juga tata krama siswa di dalam kelas. Jika seorang guru telah memerintahkan kepada siswanya untuk membaca do’a sebelum memulai pelajaran berarti  hal tersebut termasuk dalam kategori perbuatan memanajemen kelas. Jadi manajemen kelas itu penting  untuk mengatur kelas agar lebih kondusif dan efisien. Jadi, Seorang guru yang baik dalam memanajemen kelasnya adalah guru yang mampu mengelola kelasnya menjadi semakin maju dan tidak ada lagi ketakutan siswa baik terhadap materi maupun terhadap gurunya sebab perhatian dan bimbingan tersebut tulus dan semangat ingin merubah siswa menjadi pandai dan berperilaku mulia tertanam di dalam lubuk hatinya sebagai abdi Bangsa dan Negara.
  B.     Pengertian Manajemen Kelas.
        Pengelolaan merupakan terjemahan dari kata “Management“. Karena terbawa oleh derasnya arus penambahan kata pungut kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah Inggris tersebut kemudian di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. Arti dari Manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan/ sasaran yang diinginkan. Maka, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan/ manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.
        Manajemen kelas adalah merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasan kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah: sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan kreatif.
  C.     Tujuan Manajemen Kelas.
         Tujuan manajemen kelas adalah penyediaan pasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.
       Untuk lebih jelasnya Arikuno menguraikan  rincian  tujuan Manajemen Kelas, sebagaimana berikut ini :
1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional  dan intelek siswa dalam belajar.
4.      Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996).
Menurut Ahmad (1995:2) bahwa tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut:
a.       Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b.      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
c.       Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
d.      Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.


BAB II
Kelas Yang Kondusif Bagi Kegiatan Belajar Mengajar

  A.     Pengertian Kelas dan KBM
Kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa.
Disamping itu, Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yakni :
 a.  Kelas dalam arti sempit : ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti Proses Belajar Mengajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing.
  b. Kelas dalam arti luas : suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
         Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan guru dan murid yang harus mempunyai pola tertentu, seperti dikemukakan J.J Hasibuan yang dikutip oleh Satyaswari (1998: 17) berikut ini :
  1. Strategi belajar mengajar adalah pola umum perbuatan guru dan murid didalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. Pengertian strategi dalam hal ini menunjuk pada karakteristik abstrak dari rentetan perbuatan guru murid di dalam  peristiwa belajar mengajar. Sedangkan rentetan perbuatan guru murid dalam  suatu peristiwa belajar mengajar aktual tertentu, dinamakan prosedur intruksional 
  2.  Di dalam kegiatan belajar mengajar, kelas merupakan tempat yang mempunyai sifat atau ciri khusus. Seperti dikemukakan Arikunto (Lukman, 2003: 11), bahwa: ’Di dalam kegiatan belajar mengajar, kelas merupakan tempat yang mempunyai sifat atau ciri khusus yang berbeda dengan tempat lain. Belajar adalah kegiatan khusus yang memerlukan adanya konsentrasi yang tinggi dan perhatian kita.
  3. Kegiatan belajar mengajar merupakan rentetan perbuatan guru dan  murid yang harus mempunyai pola tertentu, sehingga terjadi proses belajar mengajar dan dapat mencapai suatu tujuan pembelajaran. Menurut Usman (1990: 21):
           Guru dituntut mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau belajar, karena siswalah subjek utama dalam belajar. Dalam menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif sedikitnya ada lima jenis variabel yang menentukan keberhasilan belajar siswa sebagai berikut:
1.      Melibatkan siswa secara aktif.
2.      Menarik minat dan perhatian siswa.
3.      Membangkitkan motivasi siswa.
4.      Prinsip Individualitas.
5.      Peragaan dalam pengajaran.

  B. Hubungan Harmonis Guru-Siswa dalam KBM
       Hubungan komunikasi timbal balik harus berlangsung secara independen, tanpa ada tekanan pada masing-masing pihak. Guru merasa nyaman untuk membelajarkan siswa. Sementara siswa sendiri merasa bebas belajar. Bebas belajar disini maksudnya mempunyai keleluasaan dalam mengeksploitasi dan mengeksplorasi materi pelajaran sehingga menjadi milik siswa.
        Hubungan komunikasi seperti itu akan terjalin apabila hubungan sosial antara guru dan siswa berjalan harmonis. Hubungan sosial yang harmonis sesungguhnya dapat menghemat energi guru dalam menegakkan disiplin belajar. Prilaku menyimpang siswa selama belajar dapat ditekan sekecil mungkin.
         Namun jika hubungan sosial guru dan murid berlangsung sebaliknya. Energi guru akan tersita hanya untuk menegakkan disiplin belajar siswa. Menasehati atau memarahi siswa melulu. Akibatnya, apapun strategi dan metode mengajar, sangat diragukan akan membuahkan hasil kecuali hanya sekadar tertulis dalam perangkat mengajar yang dibuat oleh guru.





BAB III
Strategi Guru  dalam Penciptaan Manajemen Kelas Efektif
Peran Guru Dalam Strategi Pengelolaan Kelas Pada dasarnya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya.
 Adam dan Decey (dalam Usman, 2003) mengemukakan peranan guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:
(a) guru sebagai demonstrator,
(b) guru sebagai pengelola kelas
(c) guru sebagai mediator dan fasilitator dan
(d) guru sebagai evaluator.
  a.  Guru Sebagai Demonstrator Guru menjadi sosok yang ideal bagi siswanya hal ini dibuktikan apabila ada orang tua yang memberikan argumen yang berbeda dengan gurunya maka siswa tersebut akan menyalahkan argumen si orangtua dan membenarkan seorang guru
  b. Guru Sebagai Evaluator Evaluator atau menilai sangat penting adalan rangkaian pembelajaran karena setiap pembelajaran pada akhirnya adalah nilai yang dilihat baik kuantitatif maupun kwalitatif, Manfaat evaluasi bisa digunakan sebagai umpan balik untuk siswa sehingga hasil nilai ini bukan hanya suatu point saja melainkan menjadi solusi untuk mencari kelemahan di pembelajaran yang sudah diajarkan.
 c. Guru Sebagai Pengelola Kelas Manager memenage kelas, tanpa kemampuan ini maka performence dan karisma guru akan menurun, bahkan kegiatan pembeajaran bisa kacau tanpa tujuan.
 d. Beberapa fungsi guru sebagai pengelola kelas : Merancang tujuan pembelajaran mengorganisasi beberapa sumber pembelajaran Memotivasi, mendorong, dan menstimulasi siswa.
  e. Guru Sebagai Fasilitator Seorang guru harus dapat menguasai benar materi yag akan diajarkan juga media yang akan digunakan bahkan lingkungan sendiri juga termasuk sebagai sember balajar yang harus dipelajari oleh seorang guru.