Selasa, 25 April 2023

ADAB MEMBACA AL-QURAN

 



 

A.    Pengertian  al-Qur’an

secara bahasa diambil dari kata: وقرانا- قراة- يقرا - ا قر yang berarti sesuatu yang dibaca. Arti ini mempunyai makna anjuran kepada umat Islam untuk membaca Alquran. Alquran juga bentuk mashdar dari القراة yang berarti menghimpun dan mengumpulkan. Dikatakan demikian sebab seolah-olah Alquran menghimpun beberapa huruf, kata, dan kalimat secara tertib sehingga tersusun rapi dan benar[1]

Al-Qur’an menurut istilah adalah firman Allah SWT. Yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dengan redaksi langsung dari Allah SWT. Kepada Nabi Muhammad SAW, dan yang diterima oleh umat Islam dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan[2].

B.     Membaca al-Qur’an

Membaca dapat diartikan melihat serta memahami, mengeja atau melafalkan isi dari apa yang tertulis. Sedangkan membaca al-Qur’an adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis dengan melisankan atau hanya dalam hati, melafalkan apa yang tertulis dalam firman Allah SWT. Dalam membaca al-Qur’an setiap muslim dianjurkan untuk membaca secara tartil, yakni membaca dengan pelan-pelan, tenang dan teratur sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Hukum membaca al-Qur’an dengan tartil adalah fardu ‘ain. Seperti dalam firman Allah SWT, yaitu:

"اَوْزِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ القُرْاَنَ تَرْتِيْلًا (4)" [3]

“dan bacalah al-Qur’an itu secara tartil (pelan-pelan)”.

 

C.    Adab membaca al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitap suci yang mulia, maka sudah menjadi keharusan bagi umat Islam untuk memuliakannya. Salah satu cara memuliakan al-Qur’an adalah dengan cara membacanya. Namu dalam membaca al-Qur’an terdapat tata cara atau adab dalam membaca al-Qur’an. Adapun adab membaca al-Qur’an sebagai berikut:

1.      Menyetuh al-Qur’an dalam keadaan suci.

2.      Menggunakan pakaian yang sopan dan baik.

3.      Mengambil al-Qur’an dengan tangan kanan. Lalu dekaplah, jangan di cangking. Mencari tempat yang suci atau bersih.

4.      Membaca al-Qur’an dengan diawali lafal ta’awudz (QS. An-Nahl [16]:98).

فَإِذَا قَرَأتَ ٱلقُرءَانَ فَٱستَعِذ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

“maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk (an-nahl: 98).

5.      Membaca dengan tertil (QS. Al-Muzammil [73]: 4).

اَوْزِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ القُرْاَنَ تَرْتِيْلًا

“atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (al-muzammil: 4).

6.      Berhenti membaca jika menguap, atau membaca ayat ancaman untuk minta perlindungannya.

7.      Membaca al-Qur’an dengan khusyuk (QS. Shad [38]: 29).

8.      Berusaha memahami arti dan makna al-Qur’an (QS. Muhammad [47]:24).

9.      Mendengarkan saat dibacakan (QS. Al-A’raf [7]: 204).

10.  Tutuplah al-Qur’an selepas dibaca. Jangan dibiarkan terbuka tanpa dibaca. Jangan lupa menaruh sesuatu di atasnya.



[1] Anshori, Ulumul Quran, Jakarta: Rajawali Press, 2013, h.17.

[2] Anshori, Ulumul Quran, Jakarta: Rajawali Press, 2013, h. 18.

[3] Al-Qur’an dan Terjemah, Al-Muzammil ayat 4, Bekasi: Sukses Publising, 2012, h. 575.

0 komentar:

Posting Komentar