Jumat, 14 April 2023

KEUTAMAAN ILMU DALAM ISLAM

 



Rosulullah Saw bersabda ;

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Hadits diatas sudah menjadi jawaban mengapa ilmu sangatlah penting. Nasib bangsa dan kehidupan ini berada pada kita atau manusia. Yakni apabila semakin banyak orang yang berilmu dan menggunakan ilmunya dengan baik maka bangsa akan terus maju dan baik. Sebaliknya nasib akhirat dan ibadah kita juga tergantung pada ilmu. Yakni ilmu agama kita dan dilakukan dalam penerapannya sehingga dapat mencapi ketaqwaan yang benar dan akhirat yang baik.

Banyak orang yang memerlukan ilmu dalam menggapai dunia dan akhirat. Tanpa ilmu manusia tidak akan mencapai dunia dan akhirat secara sempurna dan baik. Oleh sebab itu ilmu sangatlah penting dalam islam. Orang tanpa ilmu seperti orang buta yang tidak tau arah hidup dan tujuan. Sehingga mencari ilmu sangat diwajibkan bagi setiap muslim.

Adapun keutamaan Memiliki Ilmu dalam Islam

1.      Menyelamatkan kita di akhirat. Hal tersebut karena jika orang yang memiliki ilmu dan ia memberikan atau membagi ilmu itu kepada orang lain, maka jika ilmu itu dilakukan oleh orang lain, ia akan mendapatkan pahala. Sehingga ilmu itu tak pernah mati, terus memanjang dari satu orang ke orang lainnya, semakin banyaklah pahala yang akan ia dapat. Bahkan, hingga wafat pun pahala itu akan terus mengalir.

2.      Mengarahkan kepada surga. Hal tersebut karena menempuh jalan dijalan Allah Swt

3.      Menyelamatkan anak, keluarga dan orang lain dari kebodohan jasmani dan rohani

4.      Menjadikan sikap dan perilaku baik

5.      Mencegah sikap dan perilaku buruk dan tercela

6.      Menerangi kita di akhirat

7.      Tombak dan kunci dari segala ibadah dan tindakan

8.      Diberi derajat yang tinggi

9.      Lebih utama dari 1000 rakaat

10.  Lebih utama dari ibadah

11.  Mendapat naungan dari malaikat

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: 'Berlapang-lapanglah dalam majelis', lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: 'Berdirilah kamu', berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," (QS. Al-Mujadalah 11).

 

Dapat kita bayangkan apabila seluruh manusia berilmu dan beradab serta menjalankan ilmu itu dengan baik alangkan indahnya kehidupan dunia dan akhirat. Sebaliknya betapa buruknya jika seluruh umat manusia bodoh dan tanpa memiliki ilmu niscaya tidak ada penerangan dan jalan dalam hidup di dunia dan akhirat.

Maka ilmu dalam kedudukan islam adalah pondasi dalam bertindak. Apakah bekal ilmu itu baik atau benar atau salah dan buruk. Yang akan menunjukkan kepada amal dan tindakan baik buruk.

0 komentar:

Posting Komentar