Senin, 17 April 2023

ADAB BEPERGIAN

 

      


 

Bepergian merupakan perjalanan jauh seseorang dengan jarak tertetu, baik keluar kota, provinsi, pulau, bahkan negara. Bepergian dalam bahasa arab disebut dengan safar. Islam menganjurkan kita untuk bepergian karena hal ini memiliki banyak manfaat, seperti menjalin silaturahmi hingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang segala hal.

Namun, Rasulullah SAW juga menyatakan bahwa bepergian atau safar merupakan bagian siksaan. Di samping resiko lapar, dahaga, dan kurang istirahat, di dalam perjalanan juga terdapat resiko kecelakaan yang dapat menyebabkan terluka atau bahkan meninggal dunia. Oleh karena itu, seorang muslim harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan menjadikan setiap kepergiannya sebagai bagian dari amal saleh.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَ هُوَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِه

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: “Bepergian (safar) itu adalah sebagian dari siksaan yang menghalangi seseorang dari kalian dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila dia telah selesai dari urusannya, hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya” (HR. Bukhari, HN 1677).

Adapun adab bepergian adalah sebagai berikut:

1.      Disunnahkan tidak berpergian sendirian.

Bagi kaum perempuan sudah jelas hukumnya. Bahwa tidak diperbolehkan pergi sendirian tanpa mahromnya. Namun, juga berlaku untuk para laki-laki. Carilah teman yang bias menemani. Karena adanya teman dalam perjalanan akan lebih menyenangkan.

 

 

 

2.      Cari teman safar yang baik.

Carilah teman perjalanan yang baik. Karena mengajak teman yang baik sama halnya kita mengajak teman untuk siap mengingatkan dalam hal kebaikan.

3.      Lebih baik tidak menjamak sholat.

Salah satu syarat boleh menjamak shalat adalah bagi mereka yang sedang dalam perjalanan. Ini merupakan kemudahan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Meskipun boleh, kita dianjurkan untuk tidak menjamak shalat jika tidak ada kesulitan

4.      Dianjurkan mengqashar sholat.

Dalam bepergian kita tidak dianjukan untuk menjamak sholat. Akan tetapi dianjurkan mengkhasar sholat. Bahkan dihukumi sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Shalat yang boleh diqosor adalah shalat yang berjumlah 4 rakaat, yaitu shalat Dzuhur, Ashar, dan Isya’. Sedangkan shalat Maghrib dan Shubuh tidak boleh diqasar.

5.      Lebih baik tidak sholat di atas kendaraan.

Syarat sah shalat adalah menghadap kiblat. Jika tidak menghadap kiblat, shalat kita tidak akan sah. Untuk itulah, kita dianjurkan untuk tidak melaksanakan shalat di atas kendaraan ketika bepergian.Namun ada juga pendapat yang memperbolehkan kita shalat di atas kendaraan jika memang tidak memungkinkan untuk turun.

6.      Membaca doa ketika keluar rumah.

Doa keluar rumah ini untuk meminta perlindungan dan keselamatan dari Allah. Adapun bacaan doanya adalah:

 Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhim

7.      Membaca doa ketika naik kendaraan.

Membaca doa sebelum naik kendaraan itu sangatlah penting demi keselamatan kita. Adapun bacaan doa naik kendaraan darat dan udara adalah:

Subhanalladzi sakhkhoro lana hadza wama kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamunqolibun.

Sedangkan doa kendaraan laut adalah:

Bismillahi majreha wa mursaha inna robbi laghofururrohim.

8.      Pamit kepada kerabat dan tetangga.

Selama kita masih hidup di dunia, maka kta mempunyai keluarga. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk berpamitan kepada keluarga dan tetangga.

9.      Perbanyak membaca doa selama perjalanan.

Salah satu waktu yang tepat untuk memajatkan doa adalah ketika dalam perjalanan. Karena doa seorang musafir akan diijabah oleh Allah.

10.  Jika urusan sudah selesai segeralah pulang.

Perjalanan kita keluar rumah pastinya memiliki tujuan, baik silaturahmi, berdagang, atau tujuan lainnya. Namun k=jika urusan sudah selesai maka segeralah kembali pulang.

11.  Melaksanakan sholat dua rakaat setelah bepergian.

Sebelum sesampainya rumah, disunnahkan untuk sholat dua rakaat di masjid atau mushola terdekat, sebagai bentuk rasa syukur kita telah diberikan keselamatan.

12.  Mengadakan acara makan-makan setelah bepergian.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika datang ke Madinah, beliau menyembelih unta atau sapi betina untuk jamuan. Kita sebagai umat Nabi Muhammad bisa meniru yang dilakukan oleh beliau. Bukan meniru hal yang sama persis dengan menyembelih unta atau sapi betina, tapi meniru penyelenggaraan acara makan-makan setelah bepergian. Dalam Islam, hal ini disebut dengan An-Naqi’ah.

0 komentar:

Posting Komentar